Ini Alasan polisi Tangkap 2 Mahasiswa Ditangkap Demo di Depan DPR, Ini Alasan Polisi - News Today

Breaking

Sabtu, 28 September 2019

Ini Alasan polisi Tangkap 2 Mahasiswa Ditangkap Demo di Depan DPR, Ini Alasan Polisi

Sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, sempat diamankan polisi. Diantaranya Hatif dan Nabil.

Hatif diamankan lantaran kedapatan memegang dan membawa tameng milik polisi. Aksi dirinya saat membawa tameng itu pun tertangkap kamera dan viral di media sosial.

“Saya ditangkap karena membawa tameng polisi, itu viral di media sosial,” aku Hatif di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (28/9/2019).

Kuasa hukum Hatif, Roberto Sihotang menyebut, Hatif tidak bermaksud untuk mengambil peralatan milik polisi tersebut. Namun mahasiswa kelahiran 1999 itu tak sengaja menemukan tameng polisi ketika sedang aksi.

Lihat Juga : Terkait Pemukulan Anggota DPRD, Polda Sumut Tak Tanggapi Permintaan Maaf Gerindra

Belakangan diketahui, tameng itu tertinggal ketika polisi beranjak dari lokasi aksi karena semprotan gas air mata. Sayangnya, foto Hatif tengah membawa tameng tersebut viral di media sosial sehingga polisi mengamankan lelaki tersebut.

“Untuk Hatif yang tameng itu, singkatnya, tameng diambil sama dia karena polisi kabur saat gas air mata dilempar polisi tapi dilempar lagi sama mahasiswa ke arah polisi,” ujar Roberto.

Namun kini, Hatif telah dipulangkan oleh pihak kepolisian. Begitu pun dengan satu mahasiswa lainnya, Nabil, yang diamankan lantaran videonya viral di media sosial. Dalam video itu Nabil menunjukkan handy talkie (HT) milik polisi ke arah kamera. Sehingga mahasiswa salah satu PTN di Jakarta itu turut diamankan polisi.

Terkait hal itu, Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Rovan Richard Mahenu menjelaskan alasan kedua mahasiswa tersebut dipulangkan. Salah satunya dikarenakan kedua mahasiswa itu telah meminta maaf.

“Untuk kasus ini akan kita lakukan pembinaan. Karena dari hasil diskusi mereka sudah minta maaf dan akui salah. Kita lihat juga usia-usia mereka masih produktif. Jadi kita kembalikan ke orang tua,” jelas Rovan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar