Sakit Kepala Tegang: Penyebab, Gejala, Pengobatan - News Today

Breaking

Senin, 23 September 2019

Sakit Kepala Tegang: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Pernah merasakan sensasi sakit kepala hampir di seluruh bagian sisi kepala? Anda mungkin mengalami sakit kepala tegang atau tension headache yang pada dasarnya merupakan jenis sakit kepala yang paling umum ditemui. Ketahui selengkapnya tentang sakit kepala tegang mulai dari penyebab, gejala, dan cara mengatasinya berikut!

Apa Itu Sakit Kepala Tegang?
Sakit kepala tegang atau tension headache adalah sakit kepala dengan rasa sakit yang menyebar dan terasa seperti ada ikatan ketat di dahi. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit ringan, sedang, atau intens di kepala, leher, dan bagian belakang mata.

Sakit kepala tipe ketegangan ini merupakan jenis sakit kepala paling umum, namun penyebabnya sulit untuk dipahami.

Secara umum sakit kepala tegang dibagi menjadi dua kategori yaitu:

Sakit kepala tegang episodik. Sakit kepala ini dapat berlangsung dari 30 menit hingga seminggu. Umumnya sakit kepala tipe ketegangan episodik terjadi kurang dari 15 hari dalam sebulan selama paling tidak tiga bulan.
Sakit kepala tegang kronis. Jenis sakit kepala tegang berkepanjangan yang dapat terjadi berjam-jam dan dapat berlanjut. Sakit kepala tegang dianggap kronis apabila terjadi lebih dari 15 hari sebulan selama paling tidak tiga bulan.
Penyebab Sakit Kepala Tegang
Penyebab sakit kepala tegang tidak diketahui dengan pasti.

Awalnya para ahli berpikir bahwa sakit kepala ini berasal dari kontraksi otot di wajah, leher, dan kulit kepala yang terjadi akibat emosi, ketegangan, atau stres. Namun penelitian menunjukkan bahwa penyebab sakit kepala tegang bukan merupakan kontraksi otot.

Lihat Juga : Optimalkan Kecerdasan Anak dengan Memahami Plastisitas Otak

Teori paling umum menyatakan bahwa sensitivitas tinggi terhadap rasa sakit dapat menyebabkan sakit kepala tegang. Gejala umum pada sakit kepala tegang seperti nyeri otot dapat terjadi akibat sistem nyeri yang peka.

Terdapat beberapa kondisi yang dapat menjadi pemicu sakit kepala tegang seperti:

Stres dan kecemasan, kondisi ini merupakan pemicu paling umum untuk sakit kepala tegang
Alkohol
Ketegangan mata
Kelelahan
Dehidrasi
Telat makan
Kurang aktivitas fisik
Sinar matahari terik
Rokok
Pilek dan flu
Infeksi sinus
Kafein
Postur tubuh yang buruk
Kebisingan
Bau tertentu
Gejala Sakit Kepala Tegang
Gejala sakit kepala tipe ketegangan meliputi:

Kepala terasa sakit dan pegal
Tekanan di dahi, di samping, dan bagian belakang kepala
Sensitif terhadap rasa sakit di kulit kepala, leher, dan bahu
Kesulitan untuk tidur
Kesulitan untuk fokus
Kelelahan
Sensitivitas terhadap cahaya dan kebisingan
Nyeri otot
Diagnosis Sakit Kepala Tegang
Apabila Anda mengalami sakit kepala tegang berkepanjangan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis. Dokter akan bertanya tentang gejala dan detail tentang sakit kepala yang Anda alami mulai dari karakteristik nyeri, intensitas nyeri, dan lokasi nyeri.

Apabila sakit kepala yang dialami tidak biasa, dokter akan menyarankan beberapa tes untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit serius. Jenis tes yang mungkin direkomendasikan adalah seperti:

Computerized tomography scan (CT scan)
Magnetic resonance imaging (MRI)
Pengobatan Sakit Kepala Tegang dengan Perawatan di Rumah
Berikut adalah beberapa perawatan rumahan yang dapat Anda lakukan untuk meringankan sakit kepala tegang:

Mandi air hangat
Kompres kepala dengan es
Membetulkan postur tubuh
Mengelola stres
Pengobatan Sakit Kepala Tegang dengan Obat-Obatan
Banyak orang dengan kondisi sakit kepala tegang tidak melakukan pemeriksaan ke dokter dan memilih penggunaan obat sakit yang dijual bebas. Namun perlu diketahui bahwa obat-obatan ini tidak disarankan untuk digunakan jangka panjang.

Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi sakit kepala tegang dibagi menjadi dua jenis yaitu obat untuk mengatasi gejala dan juga untuk pencegahan.

1. Obat untuk Mengatasi Gejala Sakit Kepala Tipe Ketegangan
Obat untuk mengatasi sakit kepala tegang tersedia dalam jenis obat-obatan bebas maupun obat resep. Obat yang umum digunakan adalah seperti:

Penghilang rasa sakit. Jenis obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas adalah seperti Aspirin, Ibuprofen, dan Naproxen. Obat yang membutuhkan resep adalah seperti Indomethacin dan Ketorolac.
Obat kombinasi. Aspirin dan Paracetamol sering kali dikombinasikan dengan kafein atau obat penenang lainnya. Obat kombinasi ini bisa lebih efektif daripada obat penghilang rasa sakit dengan bahan tunggal.
Triptan. Obat ini efektif meringankan rasa sakit pada sakit kepala tegang dan juga migrain.
Opiat atau narkotika. Obat ini mungkin digunakan tapi penggunaannya jarang disebabkan oleh efek samping dan potensi ketergantungan.
2. Obat Pencegahan Sakit Kepala Tegang
Dokter biasanya meresepkan obat-obatan ini untuk mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan serangan.

Obat-obatan ini juga mungkin diberikan jika Anda mengalami sakit kepala tegang kronis yang tidak berkurang dengan penggunaan obat penghilang rasa sakit dan terapi lainnya.

Jenis obat yang diberikan untuk mencegah sakit kepala tegang berlanjut adalah seperti:

Antidepresan trisiklik. Jenis yang paling sering digunakan untuk sakit kepala tegang adalah seperti Amitriptyline dan Protriptyline. Obat-obatan ini berpotensi menimbulkan efek samping seperti sembelit, kantuk, dan mulut kering.
Antidepresan SNRI. Jenis antidepresan SNRI seperti Venlafaxine juga terbukti dapat digunakan untuk sakit kepala tegang.
Antikonvulsan dan pelemas otot. Obat antikonvulsan seperti Topiramate juga dapat mencegah sakit kepala tegang. Namun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang penggunaan obat ini.
Obat untuk mencegah sakit kepala tegang mungkin membutuhkan waktu hingga beberapa minggu untuk bekerja. Tetap gunakan obat sesuai dengan yang diresepkan meskipun obat ini tidak langsung menunjukkan hasil.

Pencegahan Sakit Kepala Tegang
Sakit kepala tegang dapat dicegah dengan beberapa cara seperti:

Menghindari pemicu sakit kepala tegang yang Anda alami
Tidur cukup, tidak kurang dan tidak juga berlebihan
Menghindari rokok
Berolahraga secara teratur
Makan dengan teratur dan gizi yang seimbang
Minum air yang banyak
Membatasi konsumsi alkohol, kafein, dan gula

Tidak ada komentar:

Posting Komentar