Mengalami Cedera Ringan? Ini Cara Tepat Gunakan Kompres Es Batu - News Today

Breaking

Kamis, 12 September 2019

Mengalami Cedera Ringan? Ini Cara Tepat Gunakan Kompres Es Batu

News Indonesia - Mungkin sudah sejak dulu kompres es batu atau kompres dingin menjadi langkah pertama pertolongan darurat saat mengalami cedera. Jika penggunaannya tepat, kompres dingin ini dapat membantu mengurangi nyeri hingga meredakan pembengkakan pada luka.

Meski demikian, perlu diingat bahwa berbeda luka, berbeda pula perlakuan pengobatan yang bisa diambil. Kompres dingin bisa diaplikasikan dengan banyak cara, mulai dengan es batu hingga kain dingin.

Bagaimana cara tepat menggunakan kompres dingin?
Tidak ada yang bisa memprediksi kapan seseorang mengalami cedera hingga terluka. Jika terjadi, kompres es batu atau kompres dingin adalah salah satu cara paling efektif untuk mengobatinya.

Ketika seseorang mengalami luka, sebisa mungkin selalu tempelkan kompres dingin di area luka. Lakukan dengan interval yang teratur untuk mempercepat kemungkinan luka sembuh. Tempelkan dan lepaskan kompres dingin dengan interval teratur (20 menit sekali) agar kulit bisa beradaptasi dengan perubahan suhu.

Ada banyak jenis ice pack yang dijual bebas dan bisa menjadi pertolongan pertama ketika mengalami luka. Biasanya, ice pack ini didesain dengan bahan yang mudah beku dan aman digunakan sendiri di saat darurat.

Selain ice pack yang dijual di pasaran, Anda juga bisa membuat sendiri kompres dingin di rumah. Tak ada salahnya selalu menyediakan es batu atau kemasan sayur beku untuk digunakan saat situasi darurat.

Lihat Juga : Segudang Manfaat Ubi Jalar Bagi Kesehatan yang Perlu Anda Ketahui

Manfaat dari kompres dingin ini adalah:

Menghentikan atau memperlambat pendarahan
Mengurangi pembengkakan dan peradangan
Mencegah luka jadi lebih parah
Mengatasi rasa nyeri
Cara membuat kompres dingin
Membuat kompres dingin sangatlah mudah dan bisa Anda lakukan dengan bahan-bahan yang tersedia di rumah. Pertama, siapkan kantong bersih yang bisa ditutup kembali. Isi dengan es batu atau sayuran beku.

Kemudian, bungkus kantong tersebut dengan kain tipis untuk melindungi kulit. Setelah itu, kompres dingin bisa diaplikasikan ke area kulit yang mengalami luka selama sekitar 20 menit.

Selesai mengaplikasikan kompres es batu, keringkan area kulit yang terluka. Apabila cedera yang dialami berupa pembengkakan, maka kompres dingin ini bisa diaplikasikan dua jam sekali sampai bengkaknya mengecil.

Metode RICE saat mengatasi luka
Selain menggunakan kompres dingin atau kompres es batu, tak kalah penting adalah mengingat metode RICE saat mengatasi luka. RICE adalah singkatan dari:

Rest
Ice
Compression
Elevation
Dari keempat poin di atas, artinya adalah mengistirahatkan area yang mengalami luka. Kemudian, menempelkan kompres dingin atau es batu pada kulit. Ketiga, membungkus luka dengan plester elastis dan steril.

Terakhir, memastikan area yang cedera selalu berada di posisi lebih tinggi dari jantung. Contohnya apabila luka terjadi di bagian kaki, berbaringlah dengan menempatkan kaki di atas tumpukan bantal. Hal yang sama berlaku jika luka terjadi di bagian tangan.

Lebih jauh lagi, kompres es batu atau kompres dingin akan menghambat sirkulasi darah dan memunculkan rasa kebas pada area yang mengalami cedera.

Kompres ini bisa digunakan ketika seseorang mengalami:

Luka ringan
Sakit kepala
Demam
Alergi atau nyeri pada mata
Tapi ingat, ada risikonya…
Mengobati luka ringan dengan kompres es atau kompres dingin bisa jadi pilihan pertolongan pertama pada kondisi darurat. Jika mengaplikasikannya dengan benar, maka dapat membantu meringankan cedera pada luka.

Untuk mengurangi kemungkinan mengalami risiko akibat kompres dingin, selalu ingat beberapa hal ini:

Jangan aplikasikan kompres es batu langsung bertemu dengan kulit karena bisa memicu kerusakan kulit. Kondisi ini disebut dengan ice burn.
Jangan gunakan kompres es batu pada luka parah
Jangan menempelkan kompres dingin terlalu lama karena dapat menimbulkan radang dingin (frostbite)
Jangan mengaplikasikan kompres dingin pada area tubuh yang mati rasa atau kebas seperti yang kerap dialami penderita diabetes
Tak kalah penting untuk diingat, ada beberapa risiko yang mungkin terjadi terutama apabila cedera yang dialami melibatkan persendian. Pada kondisi ini, bisa jadi yang lebih efektif adalah kompres hangat, bukannya dingin.

Cedera jangka panjang seperti yang terjadi pada persendian, iritasi, atau rasa nyeri sendi akan lebih berdampak apabila menggunakan kompres hangat. Selama luka tersebut terjadi lebih dari enam pekan, maka saatnya menggunakan kompres hangat ketimbang kompres dingin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar